Jaga Kelestarian Sumber Air, Balon Kades Nanggerang Tita Rosdiana,A.md.Keb Rehabilitasi ‘Sumur Gempol’ dengan Baja Ringan

 

Poto : kegiatan Rehab Bangunan Sumur Keramat " sumur Gempol" di wilayah RT.09 Desa Nanggerang. Poto : bukadata.com/Abh/Wan Tugu


Subang, Online_bukadata.com |•Memasuki musim kemarau, persoalan air bersih kembali menjadi perhatian warga Dusun Nanggerang, Desa Nanggerang. Untuk mengantisipasi hal itu, bakal calon Kepala Desa Nanggerang, Tita Rosdiana,A.Md.Keb. memprakarsai rehabilitasi ‘Sumur Gempol’ yang berada di wilayah RT 09.


Sumur tua yang dikenal warga sebagai "sumur keramat" ini selama puluhan tahun menjadi andalan masyarakat saat sumber air lain mulai surut. Bangunan sumur yang sebelumnya terbuat dari material sederhana kini direhab diperkuat menggunakan rangka baja ringan agar lebih kokoh dan tahan lama.


Antisipasi Kekeringan

Menurut Tita, inisiatif ini muncul karena melihat potensi ‘Sumur Gempol’ yang sangat vital bagi warga, terutama saat kemarau panjang melanda.

Dalam upaya memelihara sumber mata air, kami berinisiatif untuk merehabilitasi ‘Sumur Gempol’. Apalagi di musim kemarau panjang, sumur ini akan sangat bermanfaat bagi warga masyarakat yang sangat membutuhkannya, kata Tita saat ditemui di lokasi, (16/7/2026).


Ia menambahkan, rehab Sumur  Gempol tidak hanya sebatas memperbaiki fisik, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Nanggerang terhadap sumber mata air.


Dipercaya Memiliki Keistimewaan

Selain sebagai sumber air, ‘Sumur Gempol’ juga memiliki nilai historis dan kepercayaan tersendiri bagi warga. 

Tokoh tetua adat setempat Kuncen Eyang Suhata menuturkan, sumur ini diyakini memiliki keistimewaan. Salah satunya, debit airnya tidak pernah habis meskipun kemarau melanda berbulan-bulan.


Sumur Gempol ini bisa dibilang memiliki keistimewaan. Selain pada musim kemarau airnya tidak pernah kering, orang yang sering mandi menggunakan air sumur keramat tersebut terlihat seperti awet muda, ujarnya.


Ia juga menambahkan kesaksian warga yang rutin menggunakan air sumur tersebut, terlihat awet muda.  


Orang yang menggunakan air sumur keramat itu, alhamdulillah badannya merasa sehat selalu dan terlihat seperti awet muda, tuturnya.

Kepercayaan tersebut membuat sumur ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sering diziarahi warga dari luar dusun?



Harapan ke Depan

Tita berharap, setelah direhabilitasi Sumur Gempol dapat dikelola bersama oleh warga dan pemerintah desa. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan di sekitar lokasi sumur agar mata air tetap lestari. Ujarnya.


Ini bukan hanya milik satu orang. Sumur ini milik kita bersama. Kalau kita jaga sekarang, anak cucu kita nanti juga masih bisa merasakan manfaatnya, pungkasnya.


Warga RT 09 mengaku lega dengan adanya rehabilitasi ini. Mereka berharap Sumur Gempol ini dapat menjadi contoh pengelolaan sumber daya air berbasis gotong royong di Desa Nanggerang.


Hingga saat ini, rehabilitasi tahap pertama masih terus berlangsung. Ke depan, direncanakan akan ada penambahan pagar pelindung dan tempat air wudhu agar sumur lebih layak dan aman digunakan.

 (Abh/Wan Tugu) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama