Kontribusi Kong Nalan Seorang Seniman Pembuat Kaligrafi Dan Karya Seni Ukiran Manual Asal Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya Yang Patut Di Berdayakan.

Poto : Kong Nalan, kakek berusia 83 tahun seniman kaligrafi dan seni ukiran asal desa teluk buyung kecamatan Pakisjaya. 


Karawang, Online-bukadata.com |Mengenal akan Seni kaligrafi mempunyai peran yang cukup besar dan peran sangat penting dalam perkembangan sejarah peradaban Islam di dunia. Dibandingkan dengan seni Islam yang lain, sesungguhnya kaligrafi memperoleh kedudukan paling tinggi, dan merupakan ekspresi spirit Islam yang sangat khas. Kaligrafi sering disebut pula sebagai seninya seni Islam. 

Sebagaimana hal tersebut yang diutarakan oleh seorang kakek tua berusia (83 tahun). asal Desa Telukbuyung, kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Muhammad Nalan, S. kepada jurnalis media online-bukadata.com pada, Kamis (18/04/2024). di sela-sela kesibukan nya yang sedang asik membuat dan mengukir icon logo Pemda Kabupaten Karawang. 


Menurutnya, kaligrafi dan Seni ukiran itu selalu mencerminkan kedalaman makna seni, yang esensinya berasal dari nilai dan konsep keimanan. Oleh sebab itu kaligrafi sangat berpengaruh besar terhadap bentuk ekspresi seni yang lain atau dengan kata lain, terhadap ekspresi kultural secara umum. 

Kaligrafi dan seni ukiran maupun pahatan, memiliki keterikatan sejarah dengan daerah di mana seni kaligrafi ini berasal, dan juga telah pula menjadi bagian dari perjalanan seni kaligrafi dari waktu- ke waktu dan sampai pada masa sekarang. “Bahkan, Kaligrafi telah masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat para pencinta seni pada umumnya dengan sangat lekat sekali.”terangnya.



"Dengan kata lain, kaligrafi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan dan peradaban islam. Hal ini karena hubungan dengan bangsa-bangsa timur Tengah di negeri Arab. selaku pemilik asal/ penemu seni kaligrafi ini yang terjalin baik sejak lama khususnya terkait dengan masuknya dan penyebarannya agama Islam di Nusantara,” katanya.

Ia menambahkan, seni kaligrafi maupun ukiran telah melekat dan menyatu dengan dirinya. semenjak Kong Nalan, sebelumnya sempat menjadi seorang perangkat desa/jurutulis sekarang KAUR (kepala urusan) pemerintahan Desa Telukbuyung, kecamatan Batujaya, kabupaten Karawang. yaitu sekitar pada tahun 1961 hingga tahun 2000 an. sebelum adanya pemekaran wilayah kecamatan dari Batujaya ke-kecamatan Pakisjaya pada tahun 1992.



Minat menggeluti akan seni kaligrafi, seni ukiran dan pahatan ini cukup di gemarinya sejak dahulu secara otodidak dan memiliki peranan penting dalam perkembangan kemajuan kebudayaan hingga kini. 

Ia menjelaskan, sesungguhnya keistimewaan kaligrafi dalam seni Islam terlihat terutama karena merupakan suatu bentuk “pengejawantahan” firman Allah SWT yang suci. Disamping itu, kaligrafi merupakan satu-satunya seni Islam yang dihasilkan murni oleh orang Islam itu sendiri. “Tak seperti jenis seni lain yang banyak mendapat pengaruh dari seni maupun seniman non muslim.”imbuhnya.




Maka tidak mengherankan jika sepanjang sejarah, penghargaan kaum muslim terhadap kaligrafi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenis seni yang lain.

 “Sejalan dengan hal itu pula, Kong Nalan. menempatkan seni kaligrafi sebagai satu karya yang sangat dihargai dan di banggakan, bahkan sebagaian kalangan beranggapan kaligrafi adalah seni karya yang cukup sakral,”ungkapnya.

Kong Nalan, kakek yang cukup menguasai bahasa Indonesia dengan cukup baik ini sedikit kental berlogat Betawi. memiliki nama lengkap, Muhammad Nalan, S. yang lahir pada, 11 Desember 1941 memiliki 6 orang anak putra putri dengan 12 orang cucu ini, mengatakan memang sudah menjadi kecintaan tersendiri baginya sejak dahulu kala, bahkan selain membuat kaligrafi serta seni ukiran dari kayu dan triplek. dirinya pun menerangkan sekitar 40 tahun kebelakang kerap mendapatkan job, membuat pintu gerbang masjid-masjid di sekitar Pakisjaya dan Batujaya maupun jenis gapura dan sejenis nya. 




Masih menurutnya, seni kaligrafi merupakan sumber dari agama Islam dan ini menjadi kekuhususan umat muslim. “‎Jika orang Yunani bangga dengan teaternya dan Prancis bangga dengan sinemanya, maka sudah seharusnya lah kita sebagai muslim yang tinggal di Nusantara Indonesia yang secara mayoritas 90% muslim terbangga sekali dengan seni kaligrafi itu sendiri,” ujarnya.‎‎

Masih menurut, Kong Nalan. menambahkan, dalam melestarikan seni kaligrafi maupun ukiran dan sejenisnya. maka kita para pencinta karya seni harus diperlukan tingkat kesabaran, keuletan dan ketelitian dalam menghasilkan sebuah karya yang baik. 

“Mau tidak mau saat ini kita sadari dengan kemajuan zaman teknologi era globalisasi serba digital sebagian orang sudah tidak suka lagi menulis dengan tangan, namun Kong Nalan sendiri, masih mampu mempertahankan karya seni nya hadir dalam menikmati hari tua nya dengan membuat konsep dan desain cukup mudah bagi yang ingin belajar dengan cepat dengan membuat kaligrafi, seni ukiran maupun pahatan secara manual” pungkasnya.

(Jimmy). 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama