Pembangunan Gerai KDMP di Desa Kedungwungu-Indramayu Diduga Stagnan, Jadi Perbincangan Publik

 

Poto :Pembangunan Gerai KDMP Desa Kedungwungu,Kec.Anjatan-Indramayu. Poto : bukadata.com/Abdulah


Indramayu, Online_datapublik.com |•Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mengebut pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sesuai instruksi Presiden (Inpres) No.17 Tahun 2025, tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan KDMP.


Dalam Inpres itu diantaranya menginstruksikan kepada Bupati/Wali Kota untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan kegiatan percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan dan kelengkapan KDMP sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan berlaku.


Namun ironisnya apakah Bupati Indramayu mengetahui pelaksanaan pembangunan fisik Gerai di Desa Indramayu, kecamatan Anjatan sudah berminggu-minggu stagnan. Begitu pula aparat bawahanya seperti Camat Anjatan dan Kepala Desa juga Ka Kankop Indramayu sudah mengetahuinya atau tutup mata kendati sudah tahu. Tanya warga yang identitasnya minta dirahasiakan.


Belum diketahui secara pasti apa penyebab mandegnya pekerjaan di lapangan itu.

Yang pasti kini pembangunan Gerai KDMP di Desa Kedungwungu menjadi pergunjingan public.


Tak hanya itu, fenomena lain yang mencuat dipermukaan tentang locus pembangunan fisik Gerai itu dimana letaknya kurang strategis, pasalnya dibangun jauh dari jalan protokol dan menghadap ke kebun di perkampungan, sehingga dikhawatirkan kelak menyulitkan calon konsumen yang hendak berbelanja.


“ lokasinya dari gang jauh masuk ke dalam, sehingga dipastikan   calon konsumen sulit menjangkaunya,” ujar Daspan dan Sahroni warga setempat.


Berdasarkan  pantauan di lapangan, terlihat posisi spanduk sudah tak beraturan, awak media  tidak melihat  para pekerja yang sedang beraktifitas di lapangan.  “ Sudah berminggu-minggu tidak ada yang bekerja lagi,” Ujar Daspan.


Masyarakat berharap ada tindakan nyata dan respon cepat dari Satgas Percepatan Pembangunan KDMP tingkat Kabupaten untuk segera mengambil solusi agar pembangunan bisa terwujud. Warga juga berharap bukan Cuma bangunan fisik yang segera rampung tapi pastikan unit uasahanya jalan untuk kesejahteraan warga.


Menanggapi fenomena ini aktifis LSM ‘Tri Nusa’ Yadi,S,Fil menyesalkan adanya kejadian pembangunan fisik KDMP yang stagnan, sehingga masyarakat tidak bisa segera menikmatinya.


Pemerintah bukan sekedar hanya membangun Gerai KDMP beserta  kiosnya, tetapi harus jadi pusat ekonomi desa.


Seperti diketahui Pembangunan Gerai KDMP dibiayai skema multi sumber : Dana Desa 2026 sesuai Permendes PDT No.16/2025, Pinjaman Himbara lewat PMK No.49/2025 dan APBD kabupaten Indramayu.


Sementara standar Gerai mengacu Permenkop OKM No.1 /2025 dengan unit usaha wajib sembako, Simpan Pinjam dan Cold storage. Pungkasnya.


Sementara itu , awak media masih berupaya untuk menelusuri lebih lanjut terkait stagnan pembangunan Gerai KDMP terhadap pihak berkompeten guna dimintai keterangannya. (Abh)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama